Disusun untuk memenuhi tugas makalah
Metodologi Penelitian
Dosen Pengampu : Angga Hidayat
1.
Dian Kartika :
2013121624
3.
Nurul Azhari Dini : 2013122149
4.
Unang Sunarsih :
2013120138
5.
Yunita Kurnia Wati : 2013122155
Penelitian adalah proses penemuan solusi masalah setelah melakukan studi
yang mendalam dan menganalisis faktor situasi. (Sekaran, 2006: 4).
Menurut Sujoko Efferin (2003: 9), penelitian adalah usaha yang dilakukan
oleh manusia untuk mencari jawaban atas
suatu keingintahuan. Penelitian juga merupakan aktivitas sehari-hari yang
dilakukan oleh setiap orang baik disadari maupun tidak, karena setiap waktu
kita selalu menemukan hal-hal baru dan senantiasa mencari penjelasan atau
jawabannya tentang penyebab, faktor-faktor yang mempengaruhi, serta
akibat-akibat yang ditimbulkannya.
Dalam penelitian dikenal apa yang disebut metodologi penelitian dan
metode penelitian. Metodologi penelitian adalah strategi umum dalam melakukan
penelitian termasuk tahapan-tahapan yang dilakukan dalam melakukan penelitian,
sedangkan metode penelitian adalah bagian dari metodologi yang secara khusus
mendeskripsikan tentang teknik pengumpulan dan analisis data (Efferin, 2003:
10).
Sedangkan penelitian menurut kelompok kami adalah suatu usaha untuk
menemukan fakta-fakta baru atau mengembangkan fakta yang sudah ada untuk diuji kebenarannya dengan
menggunakan metode ilmiah dan sistematis.m
Penelitian juga memiliki beberapa dimensi. Dimensi adalah cara pandang
tentang suatu objek dengan mana dapat dibuat pembedaan atau penggolongan di
dalam objek tersebut. Sebagai contoh manusia dapat dibedakan menurut beberapa
dimensi seperti jenis kelamin, agama, etnis dan seterusnya. Dari dimensi
manfaat, penelitian dapat di bedakan menjadi 2 yaitu basic research
(penelitian dasar) dan applied research (penelitian terapan).
B. Penelitian
dasar dan Terapan
1.
Basic Research
(penelitian dasar)
Penelitian
dasar merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengembangkan suatu
sains secara umum dengan mengevaluasi dan atau mengembangkan konsep atau teori
yang ada dalam bidang sains tersebut (Zikmund, 1997). Teori jenis ini untuk menemukan apa
implikasi dari berbagai fenomena di dunia nyata terhadap teori atau konsep yang
ada (apakah teori/konsep yang ada saat ini sudah sesuai atau perlu direvisi,
dilengkapi dimodifikasi atau bahkan diganti, dikarenakan adanya perbedaan yang
subtansial antara teori atau konsep dengan dunia praktek. Jadi titik berat dari
penelitian dasar adalah menambah pengetahuan.
2. Applied Research (penelitian terapan)
Penelitian terapan adalah penelitian yang dilakukan untuk memecahkan masalah sehari-hari. Penelitian ini dimulai dari sebuah masalah praktis dan tujuan utamanya bukan pengembangan teori/konsep melainkan pada mencari solusi untuk masalah tersebut.Jadi pada dasarnya penelitian jenis ini dimulai dari pengamatan peneliti terhadap berbagai masalah yang muncul /terjadi pada sebuah objek penelitian.Titik berat dari penelitian ini adalah untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari yang terjadi pada badan usaha tersebut yang diakibatkan sering terjadinya pengambilan keputusan yang bertentangan dengan kepentingan orgnisasi keseluruhan sehingga terjadi kerugian yang cukup besar.
Tabel perbedaan penelitian dasar dan
penelitian terapan (Efferin, 2008:18)
Penelitian dasar
|
Penelitian terapan
|
1. Titik berat penelitian lebih untuk memuaskan keingintahuan akademik dari peneliti itu sendiri.
|
1.
Penelitian adalah bagian dari sebuah
pekerjaan yang seringkali didanai dan ditentukan tujuannya oleh pemberi
kerja.
|
2. Kualitas penelitian dinilai dengan
menggunakan standar akademik oleh masyarakat akademik
|
2.
Kualitas penelitian dinilai oleh pemberi
dana berdasarkan sejauh mana hasil penelitian tersebut memenuhi
kepentingannya.
|
3. Manfaat utama adalah untuk memberikan
konstribusi teoritis.
|
3.
Manfaat utama adalah menghasllkan
rekomendasi yang dapat bermanfaat secara praktis dalam menyelesaikan sebuah
masaah.
|
4.
Ukuran keberhasilan adalah pada saat
laporan penelitian dipublikasikan pada jurnal akademik serta berdampak pada
masyarakat akademik.
|
4.
Ukuran keberhasilan adalah pada saat
rekomendasi tersebut digunakan oleh pember dana untuk memecahkan masalah yang
ada.
|
Perbedaan utama antara penelitian
terapan dengan penelitian dasar adalah khususnya dilakukan untuk memecahkan
masalah yang mutahir, sedangkan yang terakhir mempunyai tujuan lebih luas dalam
berbagai konteks organisasi, kedua tipe penelitian ini meliputi langkah-langkah
penyelidikan sistematis yang sama.
Singkatnya
baik penelitian terapan maupun dasar adalah bersifat ilmiah, perbedaan utamanya
adalah yang pertama, terutama dilakukan untuk memecahkan masalah bisnis
mutakhir, sedangkan yang terakhir terutama dilakukan karena kepentingan masalah
dimata peneliti yang bersangkutan.
C.
Manajer dan Penelitian
Sekaran (2006: 7) menyatakan bahwa sebuah
pengalaman yang lazim dari organisasi adalah bahwa para manajer harus
menghadapi masalah besar dan kecil setiap hari, serta harus mereka pecahkan
dengan membuat keputusan yang tepat.Dalam bisnis, penelitian terutama dilakukan
untuk memecahkan isu-isu problematik dalam, atau sering terkait diantara bidang
akuntansi, keuangan, manajemen, dan pemasaran.
a.
Dalam akuntansi (accounting), sistem,
praktik, dan prosedur kendali anggaran sering diperiksa. Metode biaya
persediaan, akselerasi depresiasi, kecenderungan pendapatan triwulan deret
waktu, biaya transfer, tingkat pemulihan kas, dan metode pajak adalah sejumla
bidang yang sering diteliti.
b.
Dalam keuangan (finance), operasi
institusi keuangan, rasio keuangan optimum, merger dan akuisisi, keuangan antar
perusahaan, pendapatan hipotek, perilaku pasar saham, dan semacamnya, menjadi
focus infestigasi.
c.
Penelitian manajemen, bisa mencangkup studi
sikap dan perilaku karyawan, manajemen sumber daya manusia, manajemen operasi
produksi, formulasi strategi, system informasi, dan semacamnya.
d.
Penelitian pemasaran (marketing) dapat meliputi
isu-isu yang berkaitan dengan citra produk, iklan, promosi penjualan,
distribusi, pengemasan, harga, layanan penjualan, pengembangan produk baru, dan
aspek pemasaran lainnya.
D.
Manajer dan kosultan-Peneliti
Manajer dengan pengetahuan penelitian mempunyai kelebihan dibanding yang
tidak memilikinya.Meskipun anda tidak melakukan penelitian sendiri sebagai
manajer, anda perlu memahami, memperkirakan, dan mengendalikan peristiwa yang merugikan
organisasi.
Alasan lain mengapa manajer perlu mengetahui metode penelitian adalah
untuk mampu membedakan ketika menyaring sebaran informasi dalam jurnal-jurnal
bisnis.
Sekaran (2006: 15) menyatakan bahwa ada beberapa alasan mengapa manejer
profesional sebaiknya memehami penelitian
dan metodenya dalam bisnis. Pengetahuan tersebut mempertajam kepekaan
manajer.
a.
Jika manajer memahami laporan penelitian terkait
organisasi mereka yang disusun oleh professional mereka akan dapat menentukan
resiko secara cerdas, ilmiah, dan penuh perhitungan tentang probabilitas
kesuksesan atau kegagalan.
b.
Karena manajer menjadi lebih memehami tentang
infestigasi ilmiah, kepentingan pribadi atau luar organisasipun tidak akan
berlaku.
Sekara
(2006: 15) menyatakan bahwa pentingnya manajer memahami penelitian dan
metodenya.
a. Mengenali secara efektif memecahkan masalah
kecil dalam pekerjaan.
b. Mengetahui bagaimana membedakan penelitian
yang baik dan yang buruk.
c. Menghargai dan terus menyadari berbagai
pengaruh dan efek dari faktor terkait.
Sekaran (2006: 16) menyatakan bahwa sebagai manajer, sering
memerlukan untuk menyewa konsultan untuk meneliti berbagai masalah yang lebih
rumit dan memakan waktu. Itu sebabnya mengapa penting untuk memehami :
a.
Bagaimana menemukan dan memilih peneliti,
b.
bagaimana berinteraksi secara efektiv dengan
konsultan,
c.
bagaimanaseharusnya hubungan manajer-peneliti
dan kelebihan, serta kelemahan konsultan internal vs external.
· Bagaimana menemukan dan memilih peneliti.
Banyak perusahaan konsultan yang terdaftar dan bisa disewa untuk
berbagai jenis proyek. Perusahaan konsultan akan memberikan daftar individu
yang mempunyai keahlian dalam bidangnya. Keahlian individu tersebut biasanya
diungkapkan oleh perusahaan atau bisa diminta.
Banyak sekolah bisnis yang mempunyai para professor yang dapat melayani
konsultasi organisasi.Sebagian dari mereka dapat dikontak dan digunakan
jasanya, bila mereka ada waktu dan setuju untuk melakukan penelitian.Tapi dalam
semua kasus dianjurkan untuk memeriksa keahlian dan asal institusi mereka
sebelum menyewa jasa mereka.
E.
Hubungan Manajer – Peneliti
Cukup sering, organisasi menyewa agensi penelitian luar untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah bagi
mereka. Dalam kasus semacam itu, manajer tidak saja harus berinteraksi secara
efektif dengan tim peneliti, tetapi juga menguraikan secara eksplisit peran
penelitin dan pihak manajemen.
Manajer harus memberitahu peneliti jenis informasi apa yang dapat bisa
disediaka untuk mereka, dan yang lebih peting, dokumen apa yang tidak akan
diberikan kepada mereka. Dokumen tersebut misalnya arsip pribadi karyawan, atau
yang menyangkut rahasia bisnis tertentu.Memperjelas fakta-fakta tersebut sejak
semula bisa mengurangi banyak frustasi dari kedua belah pihak. Manajer yang
sangat memehami penelitian dapat dengan lebih mudah memperkirakan informasi
yang peneliti mungkin butuhkan, dan jika dokumen tertentu mengandung informasi
yang bersifat rahasia, mereka dapat memberitahukan hal ini kepeda tim peneliti
pada permulaanya.
Bagi peneliti jika terlambat mengetahui bahwa perusahaan tidak akan
menijinkan mereka mendapatkan informasi tertentu. Bila mereka mengetahui
batasan sejak semula, peneliti mungkin bisa mengidentifikasi cara-cara
alternative untuk meneliti masalah dan mendesain penelitian dengan cara
demikian untuk menggali jawaban yang diperlukan.
Sekaran (2006: 18) menyatakan bahwa manajer harus memastikan sebelum
menyewa peneliti atau konsultan bahwa
a.
Peran dan harapan kedua belah pihak dinyatakan
secara eksplisit.
b.
Filosofi dan system nilai organisasi yang
relevan disampaikan secara jelas, dan keterbatasan, jika ada, dikomunikasikan.
c.
Hubungan baik dibangun dengan peneliti, dan
antara peneliti dan karyawan dalam organisasi, memungkinkan kerja sama penuh
dikemudian hari.
F.
Konsultan/peneliti internal versus eksternal
·
Konsultan/peneliti internal
Sejumlah organisasi mempunyai departemen
konsultan atau penelitian sendiri, yang mungkin dinamakan Depatemen Layanan
Manajemen, Departemen Organisasi Dan Metode, atu lainnya. Departemen tersebut
berperan sebagai konsultan internal
untuk sub unit dalam organisasi yang menghadapi masalah tertentu dan memerlukan
bantuan. Unit semacam ini dalam organisasi, jika eksis, akan mempunyai beberapa
kegunaan, dan memperoleh bantuannya akan lebih menguntungkan dibawah sejumlah
situasi, tetapi tidak dalam situasi lainnya. Keuntungan konsultan/Penelitian
Internal
Menurut Sekaran (2006: 19) ada empat
keuntungan dalam menggunakan tim Internal untuk melakukan proyek penelitian:
1.
Tim Internal akan lebih mungkin diterima oleh
karyawan dalam subunit organisasi dimana penelitian perlu dilakukan.
2.
Tim akan memerlukan lebih sedikit waktu untuk
memahami struktur, filosofi, dan suasana, serta fungsi, dan sistem kerja
organisasi.
3.
Mereka akan dapat melakukan rekomendasi seteah
temuan penelitian diterima.
4.
Tim Internal mungkin menelan jauh lebih sedikit
biaya dibanding tim eksternal untuk departemen yang memerlukan bantuan dalam
pemecahan masalah.
·
Kerugian Konsultan/Penelitian Internal
Sekaran
(2006: 19) menyatakan bahwa ada pula kerugian tertentu dalam menggunakan tim
penelitian Internal untuk tujuan pemecahan masalah. Empat hal yang paling
kritis adalah:
1.
Dalam konteks masa kerja mereka yang panjang
sebagai konsultan internal, tim internal sangat mungkin jatuh dalam cara
pandatereotip dalam melihat organisasi dan masalah. Hal tersebut akan
menghalangi ide dan perspektif segar yang mungkin diperlukan untuk mengatasi
masalah. Hal tersebut jelas sekali akan menjadi rintangan bagi situasi ketika
isu-isu berat dan masalah kompleks harus diinvestigasi.
2.
Ada
keluasaan bagi koalisi kekuasaan tertentu dalam organisasi untuk mempengaruhi
tim internal menyembunyikan, menyimpang, atau mengubah fakta tertentu. Dengan
kata lain, kepentingan pribadi tertentu dapat mendominasi, terutama untuk
mendapatkan porsi yang cukup besar dari sedikit sumber daya yang tersedia.
3.
Terdapat kemungkinan bahwa, bahkan tim
penelitian internal yang paling berkualitas tinggi tidak dianggap seabagai
“pakar” oleh staf dan manajemen, dan oleh karena itu rekomendasi mereka tidak
memperoleh cukup pertimbangan dan perhatian yang layak.
4.
Biasanya organisasi tertentu terhadap tim
penelitian internal dalam beberapa hal dapat membuat temuan menjadi kurang
objektif dan sebagi konsekuensi kurang ilmiah.
G.
Etika dan penelitian bisnis
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar
dan salah.Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan
dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.Etika bisnis merupakan studi
standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam sistem dan
organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan
mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di
dalam organisasi.
Etika dalam penelitian bisnis mengacu pada kode etik atau norma yang
berlaku dalam sebuah penelitian. Ketaatan terhadap etika dimulai dari
orang-orang yang melakukan penelitian, di lakukan dengan sunguh-sunguh,
memperhatiakan indikasi hasil penilitian , melepaskan ego dan lebih
mementingkan kepentingan organisasi dari pada kepentingan peribadi.
Kode etik peneliti yaitu melakukan investigasi, partisipan memberikan
data, menganalisis, seluruh peneliti menyajikan interprestasi hasil dan
menyarakan solusi alternatifnya.
Perilaku etis meliputi setiap langkah dalam
proses penelitian dari mulai pengumpulan data, menganalisis data, pelaporan
data dan penyebaran informasi hasil penelitian di media masa/ internet.
Pemecahan masalah dan informasi di jaga kerahasiaannya semua di pandu oleh
etika bisnis.
Efferin (2008: 29) ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang
peneliti:
1.
Plagiarisme adalah tindakan mengutip ide orang
lain tanpa mengakui atau menyebutkan sumbernya.
2.
Kejujuran dalam penelitian.
3.
Perlindungan terhadap Identitas Pribadi dari
Pelaku Objek Penelitian
4.
Akses ke Objek Penelitian.
5.
Independensi
penelitian.
6.
Pelecehan terhadap Pelaku Objek Penelitian.
7.
Informasi yang Dimiliki Pelaku Objek Penelitian.
8.
Prinsip-prinsip Etika tidak sama persis di
berbagai masyarakat.
Efferi Efferin, Sujoko; Hadi Darmadji,
Stevanus;Tan, Yuliawati. 2008. Metode
Penelitian Akuntansi. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Sekaran, Uma, 2006. Metodologi
Penelitian Untuk Bisnis, Buku 2 Edisi 4. Jakarta: Salemba Empat.
Su Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif
dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Z Zikmud, W. G. 1997. Business Research Methods. Fifth
Edition. USA: The Driden Press
Harcourt Brace
College Publishers.