Rabu, 09 Desember 2015

Agar “NGAMPUS” Tak Sekedar “STATUS”

“Jangan sekolah apalagi kuliah jika Anda hanya ingin menjadi kaya, tenar, dan hidup mapan”!

       Tagline di atas adalah bentuk sindiran terhadap anak-anak bangsa yang bersekolah ataupun mengenyam bangku perkuliahan hanya untuk mendapatkan hidup mapan setelah mereka lulus.
Kuliah atau yang biasa disebut “ngampus” bukan lagi masanya untuk mencari jati diri. Mahasiswa bukan lagi orang yang ragu-ragu dalam melangkah. Di masa ini, mahasiswa lebih fokus untuk mengasah life skill mereka sehingga dapat berkontribusi sebaik-baiknya pada masyarakat. Menjadi mahasiswa dalam makna sebenarnya adalah pilihan. Pilihan untuk bermetamorfosa dari dunia SMA menuju dunia kedewasaan dengan pemikirannya yang matang dari segala macam aspek.
       Kehidupan kampus sepenuhnya adalah tanggung jawab kita. Bebas menentukan apapun. Tidak ada lagi guru yang mengingatkan ketika belum mengumpulkan tugas. Tidak ada lagi hukuman, berdiri di depan kelas karena tidak memperhatikan pelajaran. Tidak ada lagi pemeriksaan atribut seragam yang kurang lengkap. Namun, menjadi seorang yang bernama “mahasiswa” bukanlah perkara yang mudah. Ada tujuh poin yang harus melekat pada mahasiswa. Ada nilai yang sarat akan karakter mahasiswa yang sesungguhnya, dan yang terpenting agar “ngampus” tak sekadar status!

Mahasiswa idealnya punya visi dan berpandangan visioner. Stephen R Covey (penulis buku motivasi internasional) menyatakan bahwa visi adalah tujuan akhir. Visi membuat hidup semakin bergairah, sebab kita mempunyai target yang jelas untuk kita capai. Mahasiswa yang tak mempunyai visi akan membuat hidupnya berjalan bagaikan air. Hanya mengalir tanpa tujuan dan ambisi yang ingin dicapai. “Let it flow” adalah jurus ampuh ketika mahasiswa tak ingin dibebankan oleh sederet kerja keras dalam meningkatkan kualitas akademik dan segudang amanah dalam berorganisasi. Tidak ingin merasakan sedikit pun ada beban di punggung yang harus di bawa sepanjang perjalanan menuju kesuksesan. Meskipun sukses, namun sukses yang disebabkan oleh kemujuran atau keberuntungan yang bersifat sementara bukanlah petikan buah manis yang dipetik dari pohon perjuangan. Maka dari itu, sebagai seorang mahasiswa yang sesungguhnya, mulailah memiliki visi yang jelas. Buatlah perencanaan hidup agar hidup semakin terarah. Banyak buku yang mengulas mengenai visi. “7 Habits of effective people”, Stephen R Covey dan “I can do it” 9 Cara meraih sukses-nya Stedmen Graham bisa menjadi bahan referensi untuk memaknai kembali pentingnya menancapkan visi bagi mahasiswa ataupun orang lain.

Mahasiswa juga harus memiliki konsep yang jelas. Konsep yang jelas di sini adalah kemampuan seseorang dalam mengenali dirinya sendiri dengan baik. Terkadang kita menganggap diri kita lemah dan memiliki banyak kekurangan. Hal yang paling fatal bagi seorang mahasiswa adalah ketika dia belum mengenal dirinya sendiri. Apa kelebihan dan kekurangannya. Padahal banyak potensi dalam diri yang tanpa disadari dapat melejitkan prestasi-prestasi kita. Bagaimana mungkin kita mengasah kemampuan diri kalau kita saja belum mengenal baik diri kita sendiri. Dengan mengetahui kekurangan kita, kita akan berusaha untuk mengubah kesulitan menjadi tantangan. Rintangan menjadi peluang sehingga setiap detik selalu ada karya tercetak dan tak ada waktu yang terbuang sia-sia.

Mahasiswa tak ragu untuk berimajinasi. Imajinasi bukan hanya untuk anak-anak. Mahasiswa pun perlu berimajinasi. Perbedaan antara imajinasi anak-anak dan mahasiswa adalah proses implikasi dan realisasi imajinasi tersebut. Imajinasi itu diperbolehkan asal imajinasi yang produktif. Tak ada larangan untuk terus menyuburkan imajinasi kita. Dengan adanya imajinasi kita mempunyai gambaran atau bayangan bagaimana kita ke depan.  Jangan remehkan dahsyatnya berimajinasi! Berimajinasi tentunya harus didukung oleh kerja keras nyata demi merealisasikan mimpi-mimpi kita.

Mahasiswa harus punya target yang jelas. Banyak orang yang keliru menginterpretasikan antara target dan visi. Visi adalah rencana kita ke depan secara global dan general. Lain halnya dengan target yang sudah kita uraikan menjadi beberapa spesifikasi. Target harus bersifat realistis. Realistis terhadap kemampuan kita. Target pun harus bertahap. Langkah yang besar diawali dari langkah yang kecil.

Mahasiswa pembelajar atau pengumpul nilai? Mahasiswa pembelajar tidak berorientasi pada nilai, nilai hanyalah sebuah bonus yang didapat setelah kerja keras. Mahasiswa pembelajar mengedepankan ilmu dan usaha untuk mendapatkan ilmu dari pengalaman yang berharga. Berbeda dengan pengumpul nilai yang hanya terpaku pada nilai. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai sempurna, namun aplikasi ilmu nihil. Sehingga lulusannya hanya menambah deretan panjang pengangguran intelektual yang menghambat laju perkembangan Indonesia. Mahasiswa pembelajar adalah mahasiswa yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, tidak akan pernah merasa puas, menghargai proses kerja keras dan menganggap setiap tempat adalah sekolah pembelajaran. Itulah mahasiswa pembelajar!

Mahasiswa bukan Penghafal! Sistem pendidikan di hampir seluruh universitas negeri ataupun swasta dimana satu kelas memiliki 40-an lebih mahasiswa membuat suasana tak kondusif untuk belajar. Dosen hanya membaca buku literatur di depan kelas, tanpa menghiraukan keadaan kelas yang hiruk-pikuk. Secara tak langsung, menyuruh mahasiswanya untuk menghafal. Hal ini dibuktikan dengan tidak sependapatnya dosen apabila jawaban ujian esai mahasiswanya berbeda dengan yang tertera di buku-buku referensi. Tak segan-segan dosen memberi nilai kecil ketika kita tidak lagi patuh terhadap bacaan di buku-buku. Semoga dosen seperti ini tak ada di kampus kita.

Mahasiswa aktivis atau “pasivis”Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang). Waktu kuliah selama 4-5 tahun adalah waktu yang berharga jika dilewatkan begitu saja. Jika kita hanya disibukkan dengan tugas kuliah, hadir kuliah setiap hari rasanya begitu hambar. Banyak keuntungan yang akan kita dapati sebagai seorang aktivis(LDK). Mulai dari banyak teman, kenal dengan beberapa jaringan media, mengasah kemampuan berkomunikasi dengan baik, dan memiliki sejuta pengalaman berharga lainnya yang tak dapat dibeli dengan apapun. Pengalaman terlibat di berbagai macam kegiatan kampus akan mengasah ideologi kita, meningkatkan kematangan berfikir, lebih tanggap untuk menangani persoalan. Karena kita tidak disibukkan dengan permasalahan pribadi namun permasalahan organisasi. Akan tampak jelas perbedaan aktivis kampus dan non aktivis ketika terjun langsung ke masyarakat.
       Menjadi mahasiswa memang tidak mudah. Kampus notabene adalah sebuah tempat untuk memperluas penanaman nilai dan idealisme, sebuah kampus diharapkan dapat memproduksi generasi “pelurus” bangsa yang berkualitas. Kampus adalah medan dimana kita bebas memilih ideologi, bebas mengeluarkan pendapat, mengasahcritical thinking sebagai mahasiswa.  “Ngampus” adalah pilihan. Pilihan apakah kita ingin mewarnai kehidupan kampus dengan segala macam potensi yang membuahkan prestasi, ataupun menjadi mahasiswa yang biasa saja yang memiliki ideologinya tersendiri “study oriented”. Pilihan untuk mendapatkan IP rusak atau memukau. Pilihan untuk mengembangkan diri atau menjatuhkan diri ke lubang “buaya”.  Pilihan untuk sukses pun ada di tangan kita. Kita yang berhak atas masa depan kita.
       Memaknai kembali hari pendidikan nasional, tidak hanya berlaku bagi mahasiswa namun juga segenap masyarakat untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia. Mencetak generasi pemuda yang dapat mengimplementasikan ilmu dan nilai-nilai semasa kuliah adalah tujuan besar dan harapan berbagai pihak. Pasca kampus, mereka dapat mengabdi kepada masyarakat, sekaligus turut serta dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. Memajukan bangsa Indonesia di kancah Internasional. Hidup Mahasiswa!!!!
SEMANGAT !!!!

Darsono : Seorang Office Boy mendirikan Universitas dengan biaya kuliah murah (UNPAM)

       Pada hari jumat  tepatnya tanggal 01 Juni 2012, penulis melihat acara di Metro Tv yaitu Kick Andy. Tak disangka ternyata bapak Darsono selaku pendiri Universita Pamulang dijadikan sosok untuk topik yang bertajuk “Balas Dendam Pendidikan”. Bagi Darsono Tidak ada alasan orang tidak bisa kuliah di perguruan tinggi karena mahalnya biaya kuliah. Pria berusia 57 tahun berasal dari Yogyakarta itu... mendirikan Universitas Pamulang yang terletak di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Mahasiswa Unpam sebagian besar dari kalangan tidak mampu antara lain mereka yang berprofesi sebagai office boy, kuli bangunan dan pemulung. ”Bahkan salah satu alumninya yang berprofesi sebagai pemulung telah berhasil lulus dan kini menjadi dosen di Unpam,” ujar Darsono. Motivasi mendirikan universitas yang murah bagi Darsono adalah obsesinya karena dendam masa lalunya yang kesulitan ketika bersekolah. Ia mengaku terpaksa pergi dari rumah, diusir ayahnya karena ngotot ingin sekolah. Darsono yang merantau ke Jakarta terlunta-lunta dan pernah menjadi office boy di salah satu perusahaan di Jakarta. Berkat keuletan dan ketelatenan yang penuh perjuangan cita-cita Darsono berhasil mendirikan Universitas Pamulang. Biaya kuliah di Unpam menurut Darsono sangat murah. Mahasiswa bisa mengangsur uang kuliahnya selama satu semester Rp 150-250 ribu per bulan.
HISTORY
       Setelah berganti manajemen, maka berganti pulalah tujuan yang ingin dicapai oleh Universitas Pamulang. Tujuan dari Yayasan Sasmita Jaya adalah mewujudkan suatu sarana pendidikan yang murah dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa melupakan kualitas dari pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu Universitas Pamulang selalu mengangkat tenaga-pengajar dan staff administrasi yang berkompeten di bidangnya. Kami pun juga selalu melakukan pengembangan di bidang kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga seluruh lulusan Universitas Pamulang dapat diterima dengan baik dalam dunia kerja. Selain itu untuk menunjang kegiatan perkuliahan, Universitas Pamulang telah menyediakan berbagai macam fasilitas seperti laboratorium dan perpustakaan
       Dengan terselenggaranya pendidikan murah di Universitas Pamulang, kami selaku pihak Yayasan Sasmita jaya berharap semua lapisan masyarakat di Indonesia dapat menikmati pendidikan di bangku kuliah. Dengan terdidiknya seluruh lapisan masyarakat Indonesia
Maka secara otomatis pun itu akan menurunkan tingkat kebodohan dan kemiskinan serta meningkatkan daya jual dan harga diri masyarakat Indonesia.
VISI & MISI
Visi
Menjadikan Universitas Pamulang sebagai Perguruan Tinggi Swasta yang terdepan., modern dan mandiri untuk mengembangkan Trdharma Perguruan Tinggi untuk menghasilkan lulusan pionir pembangunan yang professional, inovatif, dan produktif yang dilandasi iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dalam rangka menunjang Pembangunan Nasional.
Misi
1. Menciptakan Sarjana yang berakhlak mulia dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Mewujudkan Sarjana yang dapat menciptakan lapangan kerja (mandiri) professional dan berdaya saing serta mendapat pengakuan secara formal
3. Mewujudkan harapan dan cita-cita pendidikan Nasional secara menyeluruh dan terpadu
4.Mengembangkan ilmu pengetahuan, sikap dan keterampilan yang memadai dan memungkinkan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi
Tujuan
Universitas Pamulang bertujuan ikut mencerdaskan kehidupan bangsa mendorong dan mengembangkan para mahasiswa sebagai manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berbudi pekerti luhur. Memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan, jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri.
Secara khusus Universitas Pamulang bertujuan memajukan ilmu pengetahuan dalam bidang ilmu-ilmu alamiah, social pengetahuan budaya dan teknologi melalui penyelenggaraan program pendidikan tinggi, penelitian dan pengkajian yang dapat menghasilkan sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memenuhi keinginan masyarakat bangsa dan Negara yaitu terciptanya para professional yang mandiri dan berdaya saing di era globalisasi serta mampu menciptakan lapangan kerja bagi dirinya dan bagi orang lain.
SIMBOL

Lambang Universitas Pamulang terdiri dari 4 bagian yaitu:
* Lingkaran luar yaitu bola mengandung arti bahwa Yayasan Sasmita Jaya dan Universitas Pamulang mengacu ke pengembangan dunia dan era Globalisasi yang tak putus-putus namun merupakan satu kesatuan yang bulat
* Empat segitiga besar dan empat segitiga kecil mengandung arti bahwa Universitas Pamulang memiliki pijakan dari empat sisi landasan kehidupan baik langkah-langkah besar maupun lankah-langkah kecil selalu berlandaskan pada empat hal yaitu :
Iman yaitu seluruh aktifitas selalu berlandaskan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
Ilmu yaitu seluruh aktifitas akademik berpijak kepada sisi keilmuan
Amal yaitu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan wujud amal bakti
Akhlak yaitu seluruh amal sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi dihiasi oleh akhlak yang baik
* Lingkaran Utama plat merah mengandung arti bahwa Universitas Pamulang mengemban misi yang utama tidak terpisah-pisah dan bersifat bulat antara pikir dan dzikir, antara iman dan ilmu, ilmu dan amal, amal dan akhlak jasmani dan rohani sebagai suatu lingkaran kehidupan
* Bunga yang mekar di dalam lingkaran utama memiliki arti Universitas Pamulang membina, mendidik, mengarahkan dan membimbing para mahasiswa sebagai harapan bangsa yang sedang mekar, yang akan mengharumkan bangsa dan menghasilkan buah-buah yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa.
FAKULTAS
1. Fakultas Hukum
Program Studi Ilmu Hukum (S1)
2. Fakultas Sastra
Program Studi Sastra Inggris (S1)
Program Studi Sastra dan Bahasa Indonesia (S1)
3. Fakultas Ekonomi
Program Studi Akuntansi (S1 dan D3)
Program studi Manajemen (S1)
Program Studi Sekretaris (D3)
4. Fakultas Teknik
Program Studi Teknik Mesin (S1)
Program Studi Teknik Elektro (S1)
Program Studi Teknik Industri (S1)
Program Studi Teknik Kimia (S1)
Program Studi Teknik Informatika ( S1)
5. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn (S1)
6. Program Pascasarjana
Magister Manajemen (S2)
7. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ( STIKES )
Program Studi Kebidanan (D3)
Program Studi Keperawatan (S1)

Kuliah Sambil Memulung

Kali ini blog Analisis Ringan akan update dengan kisah nyata tentang perjuangan hidup seorang mahasiswi yang kuliah sambil menjadi pemulung. Kisah nyata ini saya ambil dari usaha kreatif muslim[dot]com. Semoga kisah ini bermanfaat untuk perenungan kita semua, Aamiin.


Punya pendidikan tinggi merupakan impian tiap orang. Tapi, bagaimana jika kemiskinan terus menghadang. Jangankan untuk biaya kuliah, buat makan saja susah.

Berikut ini penelusuran dan wawancara Eramuslim dengan seorang pemulung yang kini bisa terus kuliah di jurusan akuntansi di Pamulang, Tangerang. Mahasiswi berjilbab itu bernama Ming Ming Sari Nuryanti.

Sudah berapa lama Ming Ming jadi pemulung ?

Sejak tahun 2004. Waktu itu mau masuk SMU. Karena penghasilan ayah semakin tidak menentu, kami sekeluarga menjadi pemulung.

Sekeluarga ?

Iya. Setiap hari, saya, ayah, ibu, dan lima adik saya berjalan selama 3 sampai 4 jam mencari gelas mineral, botol mineral bekas, dan kardus. Kecuali adik yang baru kelas 2 SD yang tidak ikut.

***
Tempat tinggal Ming Ming berada di perbatasan antara Bogor dan Tangerang. Tepatnya di daerah Rumpin. Dari Serpong kurang lebih berjarak 40 kilometer. Kawasan itu terkenal dengan tempat penggalian pasir, batu kali, dan bahan bangunan lain. Tidak heran jika sepanjang jalan itu kerap dipadati truk dan suasana jalan yang penuh debu. Di sepanjang jalan itulah keluarga pemulung ini memunguti gelas dan botol mineral bekas dengan menggunakan karung.

Tiap hari, mereka berangkat sekitar jam 2 siang. Pilihan jam itu diambil karena Ming Ming dan adik-adik sudah pulang dari sekolah. Selain itu, bertepatan dengan jam berangkat sang ayah menuju tempat kerja di kawasan Ancol.

Setelah berjalan selama satu setengah sampai dua jam, sang ayah pun naik angkot menuju tempat kerja. Kemudian, ibu dan enam anak itu pun kembali menuju rumah. Sepanjang jalan pergi pulang itulah, mereka memunguti gelas dan botol mineral bekas.

Berapa banyak hasil yang bisa dipungut ?

Nggak tentu. Kadang-kadang dapat 3 kilo. Kadang-kadang, nggak nyampe sekilo. Kalau cuaca hujan bisa lebih parah. Tapi, rata-rata per hari sekitar 2 kiloan.

Kalau dirupiahkan?

Sekilo harganya 5 ribu. Jadi, per hari kami dapat sekitar 10 ribu rupiah.

Apa segitu cukup buat 9 orang per hari ?

Ya dicukup-cukupin. Alhamdulillah, kan ada tambahan dari penghasilan ayah. Walau tidak menentu, tapi lumayan buat keperluan hidup.

***
Ming Ming menjelaskan bahwa uang yang mereka dapatkan per hari diprioritaskan buat makan adik-adik dan biaya sekolah mereka. Sementara Ming Ming sendiri sudah terbiasa hanya makan sekali sehari. Terutama di malam hari.

Selain itu, mereka tidak dibingungkan dengan persoalan kontrak rumah. Karena selama ini mereka tinggal di lahan yang pemiliknya masih teman ayah Ming Ming. Di tempat itulah, mereka mendirikan gubuk sederhana yang terbuat dari barang-barang bekas yang ada di sekitar.

Berapa hari sekali, pengepul datang ke rumah Ming Ming untuk menimbang dan membayar hasil pungutan mereka.

Kalau lagi beruntung, mereka bisa dapat gelas dan botol air mineral bekas di tempat pesta pernikahan atau sunatan. Sayangnya, mereka harus menunggu acara selesai. Menunggu acara pesta itu biasanya antara jam 9 malam sampai jam 2 pagi. Selama 5 jam itu, Ming Ming sebagai anak sulung, ibu dan dua adiknya berkantuk-kantuk di tengah keramaian dan hiruk pikuk pesta.

Kalau di hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, keluarga pemulung ini juga punya kebiasaan yang berbeda dengan keluarga lain. Mereka tidak berkeliling kampung, berwisata, dan silaturahim ke handai taulan. Mereka justru memperpanjang rute memulung, karena biasanya di hari raya itu, barang-barang yang mereka cari tersedia lebih banyak dari hari-hari biasa.

Ming Ming tidak malu jadi pemulung ?

Awalnya berat sekali. Apalagi jalan yang kami lalui biasa dilalui teman-teman sekolah saya di SMU N 1 Rumpin. Tapi, karena tekad untuk bisa membiayai sekolah dan cinta saya dengan adik-adik, saya jadi biasa. Nggak malu lagi.

Dari mana Ming Ming belajar Islam ?

Sejak di SMU. Waktu itu, saya ikut rohis. Di rohis itulah, saya belajar Islam lewat mentoring seminggu sekali yang diadakan sekolah.

Ketika masuk kuliah, saya ikut rohis. Alhamdulillah, di situlah saya bisa terus belajar Islam.

Orang tua tidak masalah kalau Ming Ming memakai busana muslimah?

Alhamdulillah, nggak. Mereka welcome saja. Bahkan sekarang, lima adik perempuan saya juga sudah pakai jilbab.

***
Walau sudah mengenakan busana muslimah dengan jilbab yang lumayan panjang, Ming Ming dan adik-adik tidak merasa risih untuk tetap menjadi pemulung. Mereka biasa membawa karung, memunguti gelas dan botol air mineral bekas, juga kardus. Bahkan, Ming Ming pun sudah terbiasa menumpang truk. Walaupun, ia harus naik di belakang.

Ming Ming kuliah di mana ?

Di Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi S1.

Maaf, apa cukup pendapatan Ming Ming untuk biaya kuliah ?

Jelas nggak. Tapi, buat saya, kemiskinan itu ujian dari Allah supaya kita bisa sabar dan istiqamah. Dengan tekad itu, saya yakin bisa terus kuliah.

Walaupun, di semester pertama, saya nyaris keluar. Karena nggak punya uang buat biaya satu semester yang jumlahnya satu juta lebih. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah semuanya bisa terbayar.

***

Di awal-awal kuliah, muslimah kelahiran tahun 90 ini memang benar-benar melakukan hal yang bisa dianggap impossible. Tanpa uang memadai, ia bertekad kuat bisa masuk kuliah.

Ketika berangkat kuliah, sang ibu hanya memberikan ongkos ke Ming Ming secukupnya. Artinya, cuma ala kadarnya. Setelah dihitung-hitung, ongkos hanya cukup untuk pergi saja. Itu pun ada satu angkot yang tidak masuk hitungan alias harus jalan kaki. Sementara pulang, ia harus memutar otak supaya bisa sampai ke rumah. Dan itu ia lakukan setiap hari.

Sebagai gambaran, jarak antara kampus dan rumah harus ditempuh Ming Ming dengan naik empat kali angkot. Setiap angkot rata-rata menarik tarif untuk jarak yang ditempuh Ming Ming sekitar 3 ribu rupiah. Kecuali satu angkot di antara empat angkot itu yang menarik tarif 5 ribu rupiah. Karena jarak tempuhnya memang maksimal. Jadi, yang mesti disiapkan Ming Ming untuk sekali naik sekitar 14 ribu rupiah.

Di antara trik Ming Ming adalah ia pulang dari kuliah dengan berjalan kaki sejauh yang ia kuat. Sambil berjalan pulang itulah, Ming Ming mengeluarkan karung yang sudah ia siapkan. Sepanjang jalan dari Pamulang menuju Serpong, ia melepas status kemahasiswaannya dan kembali menjadi pemulung.

Jadi, jangankan kebayang untuk jajan, makan siang, dan nongkrong seperti mahasiswa kebanyakan; bisa sampai ke rumah saja bingungnya bukan main.

Sekarang apa Ming Ming masih pulang pergi dari kampus ke rumah dan menjadi pemulung sepulang kuliah ?

Saat ini, alhamdulillah, saya dan teman-teman UKM Muslim (Unit Kegiatan Mahasiswa Muslim) sudah membuat unit bisnis. Di antaranya, toko muslim. Dan saya dipercayakan teman-teman sebagai penjaga toko.

Seminggu sekali saya baru pulang. Kalau dihitung-hitung, penghasilannya hampir sama.

Jadi Ming Ming tidak jadi pemulung lagi ?

Tetap jadi pemulung. Kalau saya pulang ke rumah, saya tetap memanfaatkan perjalanan pulang dengan mencari barang bekas. Bahkan, saya ingin sekali mengembangkan bisnis pemulung keluarga menjadi tingkatan yang lebih tinggi. Yaitu, menjadi bisnis daur ulang. Dan ini memang butuh modal lumayan besar.

Cita-cita Ming Ming ?

Saya ingin menjadi da’i di jalan Allah. Dalam artian, dakwah yang lebih luas. Bukan hanya ngisi ceramah, tapi ingin mengembangkan potensi yang saya punya untuk berjuang di jalan Allah. (MN) [Sumber : Era Muslim]

Subhanallah 
Bagaimana dengan kita ?
Masihkah kita mengeluh dan tidak bersyukur dengan tidak memaksimalkan potensi yang ada pada diri ?!


Sumber : http://analisisringan.blogspot.co.id/2013/03/kisah-nyata-perjuangan-hidup-kuliah.html

PERJUANGAN MENGGARAP SKRIPSI NYAMBI JADI GURU

Kamu tentu sering mendengar cerita tentang mahasiswa yang kuliah dengan biaya sendiri, tentang usaha dan kerja kerasnya untuk mandiri. Entah itu tuntutan keadaan maupun atas dasar keinginan pribadi. Ada cerita keren dari salah satu contoh mahasiswa berprestasi yang bisa kamu jadikan inspirasi.

Adalah Rivan Amri, seorang mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang memilih bekerja sejak semester awal kuliah untuk membantu perekonomian keluarga. Dia mengambil pekerjaan sebagai guru dan trainer, sesuai dengan jurusan kuliahnya. Dia mengaku menyenangi kegiatan menyampaikan ilmu pada khalayak.

Tak hanya itu, mahasiswa asal Cilacap ini juga memiliki usaha di bidang percetakan dan souvenir. Proposal program kreativitas mahasiswa (PKM)-nya juga empat kali lolos didanai DIKTI, sehingga 'sisihan' dari sana juga bisa membantu perekonomian keluarga.

"Ibu nggak lulus SD, kerja jadi ibu rumah tangga. Bapak lulusan SMP jadi security proyek, tahun depan sudah pensiun," kata Rivan saat berbincang dengan brilio.net, Selasa (7/4) malam.

Rivan tinggal bersama paman dan bibinya yang berprofesi sebagai petani di Jalan Magelang, Sleman. Beruntungnya, untuk kuliah, Rivan tak perlu kerja lebih keras karena dia mendapat beasiswa Peningkatan Potensi Akademik (PPA). Sejak awal kuliah Rivan hanya meminta sekali yaitu untuk pendaftaran awal masuk universitas.

Kini mahasiswa yang tengah menggarap skripsi ini mengajar di SMA Islam Terpadu Ihsanul Fikri Magelang, Selasa-Sabtu pukul 06.30-16.00. Ia hanya punya waktu sore-malam hari untuk menggarap skripsi, itupun belum dikurangi jika ada pekerjaan yang belum sempat diselesaikan di sekolah.

Meskipun begitu, pemuda yang punya sakit vertigo yang masih sering kambuh ini masih bertekad menyelesaikan tugas akhirnya. Sore hari ia beristirahat setelah seharian menyampaikan ilmu. Ia memanfaatkan waktu sebelum tidur dan hari liburnya untuk melanjutkan ke Bab V skripsinya. Pagi hari setidaknya pukul 6 ia harus sudah berangkat ke sekolah karena butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke sekolah.

Anak pertama dari 2 bersaudara ini memang sempat down ketika file skripsinya sempat hilang bersamaan dengan flash disknya. Dia berpikir mau tak mau harus mengulng dari awal, padahal sudah selesai 4 bab. Namun ia sempatkan untuk mencari terlebih dahulu datanya di berbagai tempat selama hampir sebulan lamanya dan ia bersyukur karena ia sempat memback up file skripsinya.
Tetap semangat !!!!!!


Sumber : http://www.brilio.net/news/mahasiswa-ini-hebat-perjuangan-menggarap-skripsi-menyambi-jadi-guru-150408n.html

Rabu, 02 Desember 2015

Metodologi Penelitian







PENGANTAR PENELITIAN
Disusun untuk memenuhi tugas makalah Metodologi Penelitian


                                          Dosen Pengampu : Angga Hidayat
                                                    NIDN : 0426108802


                                                          Disusun oleh:
1.     Dian Kartika                   : 2013121624
2.     Maryati                          : 2013121195
3.     Nurul Azhari Dini           : 2013122149
4.     Unang Sunarsih              : 2013120138
5.     Yunita Kurnia Wati         : 2013122155



                                            Program Studi Akuntansi
                                                  Fakultas Ekonomi
                                         UNIVERSITAS PAMULANG
              2015




                               PENGANTAR PENELITIAN
A.     Definisi Penelitian
       Penelitian adalah proses penemuan solusi masalah setelah melakukan studi yang mendalam dan menganalisis faktor situasi. (Sekaran, 2006: 4).
       Menurut Sujoko Efferin (2003: 9), penelitian adalah usaha yang dilakukan oleh manusia untuk mencari jawaban  atas suatu keingintahuan. Penelitian juga merupakan aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh setiap orang baik disadari maupun tidak, karena setiap waktu kita selalu menemukan hal-hal baru dan senantiasa mencari penjelasan atau jawabannya tentang penyebab, faktor-faktor yang mempengaruhi, serta akibat-akibat yang ditimbulkannya.
       Dalam penelitian dikenal apa yang disebut metodologi penelitian dan metode penelitian. Metodologi penelitian adalah strategi umum dalam melakukan penelitian termasuk tahapan-tahapan yang dilakukan dalam melakukan penelitian, sedangkan metode penelitian adalah bagian dari metodologi yang secara khusus mendeskripsikan tentang teknik pengumpulan dan analisis data (Efferin, 2003: 10).
       Sedangkan penelitian menurut kelompok kami adalah suatu usaha untuk menemukan fakta-fakta baru atau mengembangkan fakta yang sudah  ada untuk diuji kebenarannya dengan menggunakan metode ilmiah dan sistematis.m
       Penelitian juga memiliki beberapa dimensi. Dimensi adalah cara pandang tentang suatu objek dengan mana dapat dibuat pembedaan atau penggolongan di dalam objek tersebut. Sebagai contoh manusia dapat dibedakan menurut beberapa dimensi seperti jenis kelamin, agama, etnis dan seterusnya. Dari dimensi manfaat, penelitian dapat di bedakan menjadi 2 yaitu basic research (penelitian dasar) dan applied research (penelitian terapan).

B.     Penelitian dasar dan Terapan
               1.      Basic Research (penelitian dasar)

Penelitian dasar  merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengembangkan suatu sains secara umum dengan mengevaluasi dan atau mengembangkan konsep atau teori yang ada dalam bidang sains tersebut (Zikmund, 1997). Teori jenis ini untuk  menemukan apa implikasi dari berbagai fenomena di dunia nyata terhadap teori atau konsep yang ada (apakah teori/konsep yang ada saat ini sudah sesuai atau perlu direvisi, dilengkapi dimodifikasi atau bahkan diganti, dikarenakan adanya perbedaan yang subtansial antara teori atau konsep dengan dunia praktek. Jadi titik berat dari penelitian dasar adalah menambah pengetahuan.

2. Applied Research (penelitian terapan)
 Penelitian terapan adalah penelitian yang dilakukan untuk memecahkan masalah sehari-hari. Penelitian ini dimulai dari sebuah masalah praktis dan tujuan utamanya bukan pengembangan teori/konsep melainkan pada mencari solusi untuk masalah tersebut.Jadi pada dasarnya penelitian jenis ini dimulai dari pengamatan peneliti terhadap berbagai masalah yang muncul /terjadi pada sebuah objek penelitian.Titik berat dari penelitian ini adalah untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari yang terjadi pada badan usaha tersebut yang diakibatkan sering terjadinya pengambilan keputusan yang bertentangan dengan kepentingan orgnisasi keseluruhan sehingga terjadi kerugian yang cukup besar.

Tabel perbedaan penelitian dasar dan penelitian terapan (Efferin, 2008:18)
Penelitian dasar
Penelitian terapan
      1. Titik berat penelitian lebih untuk   memuaskan keingintahuan akademik dari peneliti itu sendiri.
1.      Penelitian adalah bagian dari sebuah pekerjaan yang seringkali didanai dan ditentukan tujuannya oleh pemberi kerja.
      2. Kualitas penelitian dinilai dengan menggunakan standar akademik oleh masyarakat akademik
2.      Kualitas penelitian dinilai oleh pemberi dana berdasarkan sejauh mana hasil penelitian tersebut memenuhi kepentingannya.
      3.  Manfaat utama adalah untuk memberikan konstribusi teoritis.
3.      Manfaat utama adalah menghasllkan rekomendasi yang dapat bermanfaat secara praktis dalam menyelesaikan sebuah masaah.
      4.      Ukuran keberhasilan adalah pada saat laporan penelitian dipublikasikan pada jurnal akademik serta berdampak pada masyarakat akademik.
4.      Ukuran keberhasilan adalah pada saat rekomendasi tersebut digunakan oleh pember dana untuk memecahkan masalah yang ada.

       Perbedaan utama antara penelitian terapan dengan penelitian dasar adalah khususnya dilakukan untuk memecahkan masalah yang mutahir, sedangkan yang terakhir mempunyai tujuan lebih luas dalam berbagai konteks organisasi, kedua tipe penelitian ini meliputi langkah-langkah penyelidikan sistematis yang sama.
     Singkatnya baik penelitian terapan maupun dasar adalah bersifat ilmiah, perbedaan utamanya adalah yang pertama, terutama dilakukan untuk memecahkan masalah bisnis mutakhir, sedangkan yang terakhir terutama dilakukan karena kepentingan masalah dimata peneliti yang bersangkutan.
C.     Manajer dan Penelitian
      Sekaran (2006: 7) menyatakan bahwa sebuah pengalaman yang lazim dari organisasi adalah bahwa para manajer harus menghadapi masalah besar dan kecil setiap hari, serta harus mereka pecahkan dengan membuat keputusan yang tepat.Dalam bisnis, penelitian terutama dilakukan untuk memecahkan isu-isu problematik dalam, atau sering terkait diantara bidang akuntansi, keuangan, manajemen, dan pemasaran.
a.       Dalam akuntansi (accounting), sistem, praktik, dan prosedur kendali anggaran sering diperiksa. Metode biaya persediaan, akselerasi depresiasi, kecenderungan pendapatan triwulan deret waktu, biaya transfer, tingkat pemulihan kas, dan metode pajak adalah sejumla bidang yang sering diteliti.
b.      Dalam keuangan (finance), operasi institusi keuangan, rasio keuangan optimum, merger dan akuisisi, keuangan antar perusahaan, pendapatan hipotek, perilaku pasar saham, dan semacamnya, menjadi focus infestigasi.
c.       Penelitian manajemen, bisa mencangkup studi sikap dan perilaku karyawan, manajemen sumber daya manusia, manajemen operasi produksi, formulasi strategi, system informasi, dan semacamnya.
d.      Penelitian pemasaran (marketing) dapat meliputi isu-isu yang berkaitan dengan citra produk, iklan, promosi penjualan, distribusi, pengemasan, harga, layanan penjualan, pengembangan produk baru, dan aspek pemasaran lainnya.



D.     Manajer dan kosultan-Peneliti
       Manajer dengan pengetahuan penelitian mempunyai kelebihan dibanding yang tidak memilikinya.Meskipun anda tidak melakukan penelitian sendiri sebagai manajer, anda perlu memahami, memperkirakan, dan mengendalikan peristiwa yang merugikan organisasi.
       Alasan lain mengapa manajer perlu mengetahui metode penelitian adalah untuk mampu membedakan ketika menyaring sebaran informasi dalam jurnal-jurnal bisnis.
       Sekaran (2006: 15) menyatakan bahwa ada beberapa alasan mengapa manejer profesional sebaiknya memehami penelitian  dan metodenya dalam bisnis. Pengetahuan tersebut mempertajam kepekaan manajer.
a.       Jika manajer memahami laporan penelitian terkait organisasi mereka yang disusun oleh professional mereka akan dapat menentukan resiko secara cerdas, ilmiah, dan penuh perhitungan tentang probabilitas kesuksesan atau kegagalan.
b.      Karena manajer menjadi lebih memehami tentang infestigasi ilmiah, kepentingan pribadi atau luar organisasipun tidak akan berlaku.
Sekara (2006: 15) menyatakan bahwa pentingnya manajer memahami penelitian dan metodenya.
a. Mengenali secara efektif memecahkan masalah kecil dalam pekerjaan.
b. Mengetahui bagaimana membedakan penelitian yang baik dan yang buruk.
c. Menghargai dan terus menyadari berbagai pengaruh dan efek dari faktor terkait.
Sekaran (2006: 16) menyatakan bahwa sebagai manajer, sering memerlukan untuk menyewa konsultan untuk meneliti berbagai masalah yang lebih rumit dan memakan waktu. Itu sebabnya mengapa penting untuk memehami :
a.       Bagaimana menemukan dan memilih peneliti,
b.      bagaimana berinteraksi secara efektiv dengan konsultan,
c.       bagaimanaseharusnya hubungan manajer-peneliti dan kelebihan, serta kelemahan konsultan internal vs external.
·      Bagaimana menemukan dan memilih peneliti.
       Banyak perusahaan konsultan yang terdaftar dan bisa disewa untuk berbagai jenis proyek. Perusahaan konsultan akan memberikan daftar individu yang mempunyai keahlian dalam bidangnya. Keahlian individu tersebut biasanya diungkapkan oleh perusahaan atau bisa diminta.
       Banyak sekolah bisnis yang mempunyai para professor yang dapat melayani konsultasi organisasi.Sebagian dari mereka dapat dikontak dan digunakan jasanya, bila mereka ada waktu dan setuju untuk melakukan penelitian.Tapi dalam semua kasus dianjurkan untuk memeriksa keahlian dan asal institusi mereka sebelum menyewa jasa mereka.
E.      Hubungan Manajer – Peneliti
       Cukup sering, organisasi menyewa agensi penelitian luar untuk  mengidentifikasi dan memecahkan masalah bagi mereka. Dalam kasus semacam itu, manajer tidak saja harus berinteraksi secara efektif dengan tim peneliti, tetapi juga menguraikan secara eksplisit peran penelitin dan pihak manajemen.
       Manajer harus memberitahu peneliti jenis informasi apa yang dapat bisa disediaka untuk mereka, dan yang lebih peting, dokumen apa yang tidak akan diberikan kepada mereka. Dokumen tersebut misalnya arsip pribadi karyawan, atau yang menyangkut rahasia bisnis tertentu.Memperjelas fakta-fakta tersebut sejak semula bisa mengurangi banyak frustasi dari kedua belah pihak. Manajer yang sangat memehami penelitian dapat dengan lebih mudah memperkirakan informasi yang peneliti mungkin butuhkan, dan jika dokumen tertentu mengandung informasi yang bersifat rahasia, mereka dapat memberitahukan hal ini kepeda tim peneliti pada permulaanya.
       Bagi peneliti jika terlambat mengetahui bahwa perusahaan tidak akan menijinkan mereka mendapatkan informasi tertentu. Bila mereka mengetahui batasan sejak semula, peneliti mungkin bisa mengidentifikasi cara-cara alternative untuk meneliti masalah dan mendesain penelitian dengan cara demikian untuk menggali jawaban yang diperlukan.
       Sekaran (2006: 18) menyatakan bahwa manajer harus memastikan sebelum menyewa peneliti atau konsultan bahwa
a.       Peran dan harapan kedua belah pihak dinyatakan secara eksplisit.
b.      Filosofi dan system nilai organisasi yang relevan disampaikan secara jelas, dan keterbatasan, jika ada, dikomunikasikan.
c.       Hubungan baik dibangun dengan peneliti, dan antara peneliti dan karyawan dalam organisasi, memungkinkan kerja sama penuh dikemudian hari.
F.      Konsultan/peneliti internal versus eksternal
·        Konsultan/peneliti internal
       Sejumlah organisasi mempunyai departemen konsultan atau penelitian sendiri, yang mungkin dinamakan Depatemen Layanan Manajemen, Departemen Organisasi Dan Metode, atu lainnya. Departemen tersebut berperan sebagai  konsultan internal untuk sub unit dalam organisasi yang menghadapi masalah tertentu dan memerlukan bantuan. Unit semacam ini dalam organisasi, jika eksis, akan mempunyai beberapa kegunaan, dan memperoleh bantuannya akan lebih menguntungkan dibawah sejumlah situasi, tetapi tidak dalam situasi lainnya. Keuntungan konsultan/Penelitian Internal
       Menurut Sekaran (2006: 19) ada empat keuntungan dalam menggunakan tim Internal untuk melakukan proyek penelitian:
1.      Tim Internal akan lebih mungkin diterima oleh karyawan dalam subunit organisasi dimana penelitian perlu dilakukan.
2.      Tim akan memerlukan lebih sedikit waktu untuk memahami struktur, filosofi, dan suasana, serta fungsi, dan sistem kerja organisasi.
3.      Mereka akan dapat melakukan rekomendasi seteah temuan penelitian diterima.
4.      Tim Internal mungkin menelan jauh lebih sedikit biaya dibanding tim eksternal untuk departemen yang memerlukan bantuan dalam pemecahan masalah.
·        Kerugian Konsultan/Penelitian Internal
Sekaran (2006: 19) menyatakan bahwa ada pula kerugian tertentu dalam menggunakan tim penelitian Internal untuk tujuan pemecahan masalah. Empat hal yang paling kritis adalah:
1.      Dalam konteks masa kerja mereka yang panjang sebagai konsultan internal, tim internal sangat mungkin jatuh dalam cara pandatereotip dalam melihat organisasi dan masalah. Hal tersebut akan menghalangi ide dan perspektif segar yang mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah. Hal tersebut jelas sekali akan menjadi rintangan bagi situasi ketika isu-isu berat dan masalah kompleks harus diinvestigasi.
2.      Ada keluasaan bagi koalisi kekuasaan tertentu dalam organisasi untuk mempengaruhi tim internal menyembunyikan, menyimpang, atau mengubah fakta tertentu. Dengan kata lain, kepentingan pribadi tertentu dapat mendominasi, terutama untuk mendapatkan porsi yang cukup besar dari sedikit sumber daya yang tersedia.
3.      Terdapat kemungkinan bahwa, bahkan tim penelitian internal yang paling berkualitas tinggi tidak dianggap seabagai “pakar” oleh staf dan manajemen, dan oleh karena itu rekomendasi mereka tidak memperoleh cukup pertimbangan dan perhatian yang layak.
4.      Biasanya organisasi tertentu terhadap tim penelitian internal dalam beberapa hal dapat membuat temuan menjadi kurang objektif dan sebagi konsekuensi kurang ilmiah.

G.     Etika dan penelitian bisnis
       Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah.Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.Etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam sistem dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.
       Etika dalam penelitian bisnis mengacu pada kode etik atau norma yang berlaku dalam sebuah penelitian. Ketaatan terhadap etika dimulai dari orang-orang yang melakukan penelitian, di lakukan dengan sunguh-sunguh, memperhatiakan indikasi hasil penilitian , melepaskan ego dan lebih mementingkan kepentingan organisasi dari pada kepentingan peribadi.
       Kode etik peneliti yaitu melakukan investigasi, partisipan memberikan data, menganalisis, seluruh peneliti menyajikan interprestasi hasil dan menyarakan solusi alternatifnya.
       Perilaku etis meliputi setiap langkah dalam proses penelitian dari mulai pengumpulan data, menganalisis data, pelaporan data dan penyebaran informasi hasil penelitian di media masa/ internet. Pemecahan masalah dan informasi di jaga kerahasiaannya semua di pandu oleh etika bisnis.
       Efferin (2008: 29) ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang peneliti:
1.      Plagiarisme adalah tindakan mengutip ide orang lain tanpa mengakui atau menyebutkan sumbernya.
2.      Kejujuran dalam penelitian.
3.      Perlindungan terhadap Identitas Pribadi dari Pelaku Objek Penelitian
4.      Akses ke Objek Penelitian.
5.      Independensi penelitian.
6.      Pelecehan terhadap Pelaku Objek Penelitian.
7.      Informasi yang Dimiliki Pelaku Objek Penelitian.
8.      Prinsip-prinsip Etika tidak sama persis di berbagai masyarakat.

                                                 DAFTAR PUSTAKA

Efferi      Efferin, Sujoko; Hadi Darmadji, Stevanus;Tan, Yuliawati. 2008. Metode        Penelitian          Akuntansi.               Yogyakarta: Graha Ilmu.
            Sekaran, Uma, 2006. Metodologi Penelitian Untuk Bisnis, Buku 2 Edisi 4. Jakarta: Salemba Empat.
Su       Sugiyono.  2009.  Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Z         Zikmud, W. G. 1997. Business Research Methods. Fifth Edition. USA: The Driden Press Harcourt Brace   College Publishers.