Rabu, 02 Desember 2015

Metodologi Penelitian







PENGANTAR PENELITIAN
Disusun untuk memenuhi tugas makalah Metodologi Penelitian


                                          Dosen Pengampu : Angga Hidayat
                                                    NIDN : 0426108802


                                                          Disusun oleh:
1.     Dian Kartika                   : 2013121624
2.     Maryati                          : 2013121195
3.     Nurul Azhari Dini           : 2013122149
4.     Unang Sunarsih              : 2013120138
5.     Yunita Kurnia Wati         : 2013122155



                                            Program Studi Akuntansi
                                                  Fakultas Ekonomi
                                         UNIVERSITAS PAMULANG
              2015




                               PENGANTAR PENELITIAN
A.     Definisi Penelitian
       Penelitian adalah proses penemuan solusi masalah setelah melakukan studi yang mendalam dan menganalisis faktor situasi. (Sekaran, 2006: 4).
       Menurut Sujoko Efferin (2003: 9), penelitian adalah usaha yang dilakukan oleh manusia untuk mencari jawaban  atas suatu keingintahuan. Penelitian juga merupakan aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh setiap orang baik disadari maupun tidak, karena setiap waktu kita selalu menemukan hal-hal baru dan senantiasa mencari penjelasan atau jawabannya tentang penyebab, faktor-faktor yang mempengaruhi, serta akibat-akibat yang ditimbulkannya.
       Dalam penelitian dikenal apa yang disebut metodologi penelitian dan metode penelitian. Metodologi penelitian adalah strategi umum dalam melakukan penelitian termasuk tahapan-tahapan yang dilakukan dalam melakukan penelitian, sedangkan metode penelitian adalah bagian dari metodologi yang secara khusus mendeskripsikan tentang teknik pengumpulan dan analisis data (Efferin, 2003: 10).
       Sedangkan penelitian menurut kelompok kami adalah suatu usaha untuk menemukan fakta-fakta baru atau mengembangkan fakta yang sudah  ada untuk diuji kebenarannya dengan menggunakan metode ilmiah dan sistematis.m
       Penelitian juga memiliki beberapa dimensi. Dimensi adalah cara pandang tentang suatu objek dengan mana dapat dibuat pembedaan atau penggolongan di dalam objek tersebut. Sebagai contoh manusia dapat dibedakan menurut beberapa dimensi seperti jenis kelamin, agama, etnis dan seterusnya. Dari dimensi manfaat, penelitian dapat di bedakan menjadi 2 yaitu basic research (penelitian dasar) dan applied research (penelitian terapan).

B.     Penelitian dasar dan Terapan
               1.      Basic Research (penelitian dasar)

Penelitian dasar  merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengembangkan suatu sains secara umum dengan mengevaluasi dan atau mengembangkan konsep atau teori yang ada dalam bidang sains tersebut (Zikmund, 1997). Teori jenis ini untuk  menemukan apa implikasi dari berbagai fenomena di dunia nyata terhadap teori atau konsep yang ada (apakah teori/konsep yang ada saat ini sudah sesuai atau perlu direvisi, dilengkapi dimodifikasi atau bahkan diganti, dikarenakan adanya perbedaan yang subtansial antara teori atau konsep dengan dunia praktek. Jadi titik berat dari penelitian dasar adalah menambah pengetahuan.

2. Applied Research (penelitian terapan)
 Penelitian terapan adalah penelitian yang dilakukan untuk memecahkan masalah sehari-hari. Penelitian ini dimulai dari sebuah masalah praktis dan tujuan utamanya bukan pengembangan teori/konsep melainkan pada mencari solusi untuk masalah tersebut.Jadi pada dasarnya penelitian jenis ini dimulai dari pengamatan peneliti terhadap berbagai masalah yang muncul /terjadi pada sebuah objek penelitian.Titik berat dari penelitian ini adalah untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari yang terjadi pada badan usaha tersebut yang diakibatkan sering terjadinya pengambilan keputusan yang bertentangan dengan kepentingan orgnisasi keseluruhan sehingga terjadi kerugian yang cukup besar.

Tabel perbedaan penelitian dasar dan penelitian terapan (Efferin, 2008:18)
Penelitian dasar
Penelitian terapan
      1. Titik berat penelitian lebih untuk   memuaskan keingintahuan akademik dari peneliti itu sendiri.
1.      Penelitian adalah bagian dari sebuah pekerjaan yang seringkali didanai dan ditentukan tujuannya oleh pemberi kerja.
      2. Kualitas penelitian dinilai dengan menggunakan standar akademik oleh masyarakat akademik
2.      Kualitas penelitian dinilai oleh pemberi dana berdasarkan sejauh mana hasil penelitian tersebut memenuhi kepentingannya.
      3.  Manfaat utama adalah untuk memberikan konstribusi teoritis.
3.      Manfaat utama adalah menghasllkan rekomendasi yang dapat bermanfaat secara praktis dalam menyelesaikan sebuah masaah.
      4.      Ukuran keberhasilan adalah pada saat laporan penelitian dipublikasikan pada jurnal akademik serta berdampak pada masyarakat akademik.
4.      Ukuran keberhasilan adalah pada saat rekomendasi tersebut digunakan oleh pember dana untuk memecahkan masalah yang ada.

       Perbedaan utama antara penelitian terapan dengan penelitian dasar adalah khususnya dilakukan untuk memecahkan masalah yang mutahir, sedangkan yang terakhir mempunyai tujuan lebih luas dalam berbagai konteks organisasi, kedua tipe penelitian ini meliputi langkah-langkah penyelidikan sistematis yang sama.
     Singkatnya baik penelitian terapan maupun dasar adalah bersifat ilmiah, perbedaan utamanya adalah yang pertama, terutama dilakukan untuk memecahkan masalah bisnis mutakhir, sedangkan yang terakhir terutama dilakukan karena kepentingan masalah dimata peneliti yang bersangkutan.
C.     Manajer dan Penelitian
      Sekaran (2006: 7) menyatakan bahwa sebuah pengalaman yang lazim dari organisasi adalah bahwa para manajer harus menghadapi masalah besar dan kecil setiap hari, serta harus mereka pecahkan dengan membuat keputusan yang tepat.Dalam bisnis, penelitian terutama dilakukan untuk memecahkan isu-isu problematik dalam, atau sering terkait diantara bidang akuntansi, keuangan, manajemen, dan pemasaran.
a.       Dalam akuntansi (accounting), sistem, praktik, dan prosedur kendali anggaran sering diperiksa. Metode biaya persediaan, akselerasi depresiasi, kecenderungan pendapatan triwulan deret waktu, biaya transfer, tingkat pemulihan kas, dan metode pajak adalah sejumla bidang yang sering diteliti.
b.      Dalam keuangan (finance), operasi institusi keuangan, rasio keuangan optimum, merger dan akuisisi, keuangan antar perusahaan, pendapatan hipotek, perilaku pasar saham, dan semacamnya, menjadi focus infestigasi.
c.       Penelitian manajemen, bisa mencangkup studi sikap dan perilaku karyawan, manajemen sumber daya manusia, manajemen operasi produksi, formulasi strategi, system informasi, dan semacamnya.
d.      Penelitian pemasaran (marketing) dapat meliputi isu-isu yang berkaitan dengan citra produk, iklan, promosi penjualan, distribusi, pengemasan, harga, layanan penjualan, pengembangan produk baru, dan aspek pemasaran lainnya.



D.     Manajer dan kosultan-Peneliti
       Manajer dengan pengetahuan penelitian mempunyai kelebihan dibanding yang tidak memilikinya.Meskipun anda tidak melakukan penelitian sendiri sebagai manajer, anda perlu memahami, memperkirakan, dan mengendalikan peristiwa yang merugikan organisasi.
       Alasan lain mengapa manajer perlu mengetahui metode penelitian adalah untuk mampu membedakan ketika menyaring sebaran informasi dalam jurnal-jurnal bisnis.
       Sekaran (2006: 15) menyatakan bahwa ada beberapa alasan mengapa manejer profesional sebaiknya memehami penelitian  dan metodenya dalam bisnis. Pengetahuan tersebut mempertajam kepekaan manajer.
a.       Jika manajer memahami laporan penelitian terkait organisasi mereka yang disusun oleh professional mereka akan dapat menentukan resiko secara cerdas, ilmiah, dan penuh perhitungan tentang probabilitas kesuksesan atau kegagalan.
b.      Karena manajer menjadi lebih memehami tentang infestigasi ilmiah, kepentingan pribadi atau luar organisasipun tidak akan berlaku.
Sekara (2006: 15) menyatakan bahwa pentingnya manajer memahami penelitian dan metodenya.
a. Mengenali secara efektif memecahkan masalah kecil dalam pekerjaan.
b. Mengetahui bagaimana membedakan penelitian yang baik dan yang buruk.
c. Menghargai dan terus menyadari berbagai pengaruh dan efek dari faktor terkait.
Sekaran (2006: 16) menyatakan bahwa sebagai manajer, sering memerlukan untuk menyewa konsultan untuk meneliti berbagai masalah yang lebih rumit dan memakan waktu. Itu sebabnya mengapa penting untuk memehami :
a.       Bagaimana menemukan dan memilih peneliti,
b.      bagaimana berinteraksi secara efektiv dengan konsultan,
c.       bagaimanaseharusnya hubungan manajer-peneliti dan kelebihan, serta kelemahan konsultan internal vs external.
·      Bagaimana menemukan dan memilih peneliti.
       Banyak perusahaan konsultan yang terdaftar dan bisa disewa untuk berbagai jenis proyek. Perusahaan konsultan akan memberikan daftar individu yang mempunyai keahlian dalam bidangnya. Keahlian individu tersebut biasanya diungkapkan oleh perusahaan atau bisa diminta.
       Banyak sekolah bisnis yang mempunyai para professor yang dapat melayani konsultasi organisasi.Sebagian dari mereka dapat dikontak dan digunakan jasanya, bila mereka ada waktu dan setuju untuk melakukan penelitian.Tapi dalam semua kasus dianjurkan untuk memeriksa keahlian dan asal institusi mereka sebelum menyewa jasa mereka.
E.      Hubungan Manajer – Peneliti
       Cukup sering, organisasi menyewa agensi penelitian luar untuk  mengidentifikasi dan memecahkan masalah bagi mereka. Dalam kasus semacam itu, manajer tidak saja harus berinteraksi secara efektif dengan tim peneliti, tetapi juga menguraikan secara eksplisit peran penelitin dan pihak manajemen.
       Manajer harus memberitahu peneliti jenis informasi apa yang dapat bisa disediaka untuk mereka, dan yang lebih peting, dokumen apa yang tidak akan diberikan kepada mereka. Dokumen tersebut misalnya arsip pribadi karyawan, atau yang menyangkut rahasia bisnis tertentu.Memperjelas fakta-fakta tersebut sejak semula bisa mengurangi banyak frustasi dari kedua belah pihak. Manajer yang sangat memehami penelitian dapat dengan lebih mudah memperkirakan informasi yang peneliti mungkin butuhkan, dan jika dokumen tertentu mengandung informasi yang bersifat rahasia, mereka dapat memberitahukan hal ini kepeda tim peneliti pada permulaanya.
       Bagi peneliti jika terlambat mengetahui bahwa perusahaan tidak akan menijinkan mereka mendapatkan informasi tertentu. Bila mereka mengetahui batasan sejak semula, peneliti mungkin bisa mengidentifikasi cara-cara alternative untuk meneliti masalah dan mendesain penelitian dengan cara demikian untuk menggali jawaban yang diperlukan.
       Sekaran (2006: 18) menyatakan bahwa manajer harus memastikan sebelum menyewa peneliti atau konsultan bahwa
a.       Peran dan harapan kedua belah pihak dinyatakan secara eksplisit.
b.      Filosofi dan system nilai organisasi yang relevan disampaikan secara jelas, dan keterbatasan, jika ada, dikomunikasikan.
c.       Hubungan baik dibangun dengan peneliti, dan antara peneliti dan karyawan dalam organisasi, memungkinkan kerja sama penuh dikemudian hari.
F.      Konsultan/peneliti internal versus eksternal
·        Konsultan/peneliti internal
       Sejumlah organisasi mempunyai departemen konsultan atau penelitian sendiri, yang mungkin dinamakan Depatemen Layanan Manajemen, Departemen Organisasi Dan Metode, atu lainnya. Departemen tersebut berperan sebagai  konsultan internal untuk sub unit dalam organisasi yang menghadapi masalah tertentu dan memerlukan bantuan. Unit semacam ini dalam organisasi, jika eksis, akan mempunyai beberapa kegunaan, dan memperoleh bantuannya akan lebih menguntungkan dibawah sejumlah situasi, tetapi tidak dalam situasi lainnya. Keuntungan konsultan/Penelitian Internal
       Menurut Sekaran (2006: 19) ada empat keuntungan dalam menggunakan tim Internal untuk melakukan proyek penelitian:
1.      Tim Internal akan lebih mungkin diterima oleh karyawan dalam subunit organisasi dimana penelitian perlu dilakukan.
2.      Tim akan memerlukan lebih sedikit waktu untuk memahami struktur, filosofi, dan suasana, serta fungsi, dan sistem kerja organisasi.
3.      Mereka akan dapat melakukan rekomendasi seteah temuan penelitian diterima.
4.      Tim Internal mungkin menelan jauh lebih sedikit biaya dibanding tim eksternal untuk departemen yang memerlukan bantuan dalam pemecahan masalah.
·        Kerugian Konsultan/Penelitian Internal
Sekaran (2006: 19) menyatakan bahwa ada pula kerugian tertentu dalam menggunakan tim penelitian Internal untuk tujuan pemecahan masalah. Empat hal yang paling kritis adalah:
1.      Dalam konteks masa kerja mereka yang panjang sebagai konsultan internal, tim internal sangat mungkin jatuh dalam cara pandatereotip dalam melihat organisasi dan masalah. Hal tersebut akan menghalangi ide dan perspektif segar yang mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah. Hal tersebut jelas sekali akan menjadi rintangan bagi situasi ketika isu-isu berat dan masalah kompleks harus diinvestigasi.
2.      Ada keluasaan bagi koalisi kekuasaan tertentu dalam organisasi untuk mempengaruhi tim internal menyembunyikan, menyimpang, atau mengubah fakta tertentu. Dengan kata lain, kepentingan pribadi tertentu dapat mendominasi, terutama untuk mendapatkan porsi yang cukup besar dari sedikit sumber daya yang tersedia.
3.      Terdapat kemungkinan bahwa, bahkan tim penelitian internal yang paling berkualitas tinggi tidak dianggap seabagai “pakar” oleh staf dan manajemen, dan oleh karena itu rekomendasi mereka tidak memperoleh cukup pertimbangan dan perhatian yang layak.
4.      Biasanya organisasi tertentu terhadap tim penelitian internal dalam beberapa hal dapat membuat temuan menjadi kurang objektif dan sebagi konsekuensi kurang ilmiah.

G.     Etika dan penelitian bisnis
       Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah.Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.Etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam sistem dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.
       Etika dalam penelitian bisnis mengacu pada kode etik atau norma yang berlaku dalam sebuah penelitian. Ketaatan terhadap etika dimulai dari orang-orang yang melakukan penelitian, di lakukan dengan sunguh-sunguh, memperhatiakan indikasi hasil penilitian , melepaskan ego dan lebih mementingkan kepentingan organisasi dari pada kepentingan peribadi.
       Kode etik peneliti yaitu melakukan investigasi, partisipan memberikan data, menganalisis, seluruh peneliti menyajikan interprestasi hasil dan menyarakan solusi alternatifnya.
       Perilaku etis meliputi setiap langkah dalam proses penelitian dari mulai pengumpulan data, menganalisis data, pelaporan data dan penyebaran informasi hasil penelitian di media masa/ internet. Pemecahan masalah dan informasi di jaga kerahasiaannya semua di pandu oleh etika bisnis.
       Efferin (2008: 29) ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang peneliti:
1.      Plagiarisme adalah tindakan mengutip ide orang lain tanpa mengakui atau menyebutkan sumbernya.
2.      Kejujuran dalam penelitian.
3.      Perlindungan terhadap Identitas Pribadi dari Pelaku Objek Penelitian
4.      Akses ke Objek Penelitian.
5.      Independensi penelitian.
6.      Pelecehan terhadap Pelaku Objek Penelitian.
7.      Informasi yang Dimiliki Pelaku Objek Penelitian.
8.      Prinsip-prinsip Etika tidak sama persis di berbagai masyarakat.

                                                 DAFTAR PUSTAKA

Efferi      Efferin, Sujoko; Hadi Darmadji, Stevanus;Tan, Yuliawati. 2008. Metode        Penelitian          Akuntansi.               Yogyakarta: Graha Ilmu.
            Sekaran, Uma, 2006. Metodologi Penelitian Untuk Bisnis, Buku 2 Edisi 4. Jakarta: Salemba Empat.
Su       Sugiyono.  2009.  Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Z         Zikmud, W. G. 1997. Business Research Methods. Fifth Edition. USA: The Driden Press Harcourt Brace   College Publishers.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar